26 Agustus 2017•Update: 27 Agustus 2017
BOGOTA Kolombia
Seorang anggota delegasi dari Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) pada hari Jumat mengumumkan daftar aset kepada pemerintah yang akan digunakan untuk mengkompensasi korban mereka.
Daftar aset itu termasuk total tanah dan harta benda diyakini bernilai 963 miliar peso Kolombia (US $ 326 juta). Berdasarkan ringkasan yang dibuat, FARC ternyata memiliki setidaknya 241.000 hektar lahan, 292 kendaraan, 20.724 ekor sapi, 597 kuda, sejumlah uang tunai dalam peso Kolombia dan USD, termasuk ebih dari 267.520 gram emas.
"Inventarisasi yang disampaikan dilakukan secara khusus," kata perwakilan FARC Pastor Alape pada sebuah konferensi pers. "Kami tidak pernah menjadi badan hukum, jadi apa yang telah kami dapatkan di luar norma hukum.Karena perang, banyak informasi telah hilang dan masih banyak ditangan musuh.”
Namun daftar aset tersebut telah menyebabkan keributan di kalangan keuangan dan politik Kolombia, yang mengakibatkan Jaksa Agung Néstor Humberto Martínez mengirimkan beberapa pertanyaan kepada Menteri Dalam Negeri, Guillermo Rivera, tentang bagaimana aset tersebut akan memberi kompensasi kepada korban kelompok gerilya.
Jaksa Agung mengkritik beberapa barang dalam daftar aset yang mengacu pada "peralatan dan alat dasar", termasuk barang-barang seperti "pel, sapu, sepatu bot, piring, pemeras jeruk, cangkir, panci, dan piring" dan peralatan rumah tangga lainnya. Menurut jaksa agung, barang-barang ini adalah aset tidak substansial dan tidak memiliki nilai jual kembali.
Pastor Alape menanggapi pertanyaan Jaksa Agung lewat media sosial Twitter dan mengatakan "Jaksa agung berusaha untuk mencari tahu aset FARC, menyembunyikan kebenaran secara sengaja dan memunculkan sensionalisme,”
Berdasarkan kesepakatan damai yang dicapai di Havana, Kuba antara gerilyawan FARC dan pemerintah Kolombia pada tahun 2016, semua aset milik FARC akan digunakan untuk mengkompensasi korban penghilangan paksa, pemerkosaan, pemindahan, penculikan dan korban ranjau darat. Untuk tujuan ini, sebuah badan otonom akan dibuat untuk mengelola dana tersebut.
Alape menjawab pertanyaan tentang apakah FARC memiliki aset lain di luar Kolombia.
"FARC tidak memiliki aset di luar negeri karena kami adalah gerilya yang tidak beraturan, jadi tidak mungkin. Sumber daya kami selalu ada di sini. Kami menyembunyikannya, "katanya.