Ahmet Gencturk
30 Maret 2022•Update: 31 Maret 2022
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mengatakan bahwa negaranya dan Uzbekistan menargetkan volume perdagangan bilateral senilai USD10 miliar.
“Volume perdagangan kami tahun lalu meningkat hampir 72 persen hingga melampaui USD3,6 miliar,” kata Erdogan pada konferensi pers bersama Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev di Ankara.
“Saya percaya bahwa kami akan mencapai target USD5 miliar kami dalam rentang waktu dekat – dalam setahun sesuai tujuan kami.”
“Tidak puas dengan itu, kami selanjutnya akan menaikkan standar ke tingkat USD10 miliar dengan langkah bersama yang akan kami ambil selanjutnya,” tambah presiden Turki.
Erdogan mengatakan Turki adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Uzbekistan dan membuka kedutaan besar di Tashkent.
Dia menyoroti ikatan yang kuat dalam sejarah, budaya, bahasa dan keyakinan bersama sebagai dasar hubungan antara kedua negara.
“Kami telah mempromosikan hubungan antara negara-negara kami ke tingkat Kemitraan Strategis Komprehensif selama pertemuan kami,” sebut dia.