Turki, Dunia, Ekonomi

Erdogan: Turki siap tingkatkan kerja sama dengan Chad

Presiden Turki dan Chad membahas hubungan bilateral, masalah regional dalam kunjungan pemimpin Afrika Tengah ke Ankara

Büşra Nur Çakmak   | 28.10.2021
Erdogan: Turki siap tingkatkan kerja sama dengan Chad Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden transisi Chad Mahamat Idriss Deby Itno mengadakan konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka di Ankara, Turki pada 27 Oktober 2021. (Aytac Unal - Anadolu Agency)

ANKARA

Turki siap meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan dengan Chad saat negara Afrika itu menghadapi teroris dan kelompok bersenjata lainnya, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Rabu.

“Turki siap mengembangkan kerja sama dengan Chad, yang secara simultan memerangi organisasi teroris dan kelompok oposisi bersenjata, di bidang militer, pertahanan, dan keamanan,” kata Erdogan dalam konferensi pers setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Transisi Mahamat Idriss Deby Itno yang sedang berkunjung ke ibu kota Turki, Ankara.

Erdogan mengatakan mereka membahas hubungan bilateral kedua negara, serta masalah regional yang menekankan Turki akan terus mendukung Chad dalam masa transisinya.

"Dengan perjanjian yang ditandatangani hari ini, Chad akan menjadi salah satu mitra perintis Turki di Afrika," kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa negara Afrika Tengah itu memiliki potensi dan peran besar di kawasan itu.

Erdogan mencatat bahwa volume perdagangan bilateral antara kedua negara telah mencapai USD112 juta, meningkat 47 persen secara keseluruhan, dengan target mencapai USD200 juta dan kemudian USD500 juta.

Kedua negara akan terus bekerja untuk memperdalam hubungan lebih lanjut dan memperkaya keragaman dalam perdagangan dalam pendekatan yang holistik dan saling menguntungkan, tambah Erdogan.

Sementara itu, Itno mengatakan kedua pemimpin berkesempatan untuk menandatangani perjanjian bilateral di berbagai bidang termasuk energi, infrastruktur, dan keamanan.

“Kesepakatan tersebut meliputi bidang industri penerbangan, energi, infrastruktur, pertahanan, keamanan, penelitian ilmiah, pendidikan, pemuda, olahraga, media, universitas, dan akademisi,” kata Itno.

Menyoroti Chad dan Turki sama-sama saling mendukung, Itno mengatakan kerja sama di tingkat organisasi internasional juga dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Selain itu, kami membahas masalah di Afrika. Prioritas kami sama. Secara khusus, kami membahas kejadian baru-baru ini di Sudan, situasi di Libya dan kesulitan yang ditimbulkan terorisme di wilayah Sahel," tutur dia.

Itno juga mencatat bahwa kedua pemimpin membahas proses transisi di Chad yang dimulai pada April.

Chad berada di tengah proses transisi sejak kematian ayah Itno, mantan Presiden Idriss Deby Itno pada 19 April.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın