Dandy Koswaraputra
04 Maret 2018•Update: 05 Maret 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Turki ingin bicara dengan Afrika, ucap Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu.
"Kami ingin bicara dengan Afrika sementara tatanan dunia baru sedang ditetapkan," ungkap Erdogan di akun Twitter-nya di akhir tur lima harinya ke empat negara Afrika.
Erdogan menyatakan bahwa dia telah bicara dan berhubungan secara "produktif" dengan Aljazair, Mauritania, Senegal, dan Mali.
Dia mengungkapkan bahwa Turki melihat Aljazair sebagai "pulau dengan kestabilan politik dan ekonomi" di wilayah tersebut.
"Jika Tuhan mengizinkan, kita akan meningkatkan persahabatan di semua bidang dan kita akan mencapai kondisi yang lebih baik terutama di bidang investasi," jelas Erdogan.
Dia menambahkan bahwa Ankara berencana untuk mewujudkan proyek bersama dengan Mauritania di bidang kesehatan, pertanian, media, dan bantuan kemanusiaan.
"Seiring sektor swasta meningkatkan investasinya di Mauritania, kami berniat untuk mengembangkan hubungan berdasarkan prinsip menang-menang," ucap Erdogan.
Menurut Erdogan, meningkatkan hubungan Ankara yang baik di bidang politik dan ekonomi dengan Senegal merupakan salah satu prioritas Turki.
Dia mengimbuhkan bahwa penting bagi Turki untuk menyeimbangkan volume perdagangan dengan Afrika, juga meningkatkannya.
"Kami siap untuk memainkan peran kami demi stabilitas politik dan ekonomi Mali, negara yang saya kunjungi pertama sebagai presiden. Selain itu, kami akan menguatkan persaudaraan kami sambil menguatkan hubungan budaya dan perdagangan."
Erdogan menyebutkan bahwa selama kunjungan pertamanya ke Afrika, dia disambut hangat, dan mengatakan: "Kami cinta Afrika dan saudara Afrika kami tanpa bias apapun."