Muhammad Abdullah Azzam
01 Januari 2020•Update: 03 Januari 2020
Erdoğan Çağatay Zontur, Jeyhun Aliyev
ANKARA
Langkah-langkah terbaru yang dilakukan Turki benar-benar menggagalkan komplotan yang ingin mengusir Turki dari Mediterania Timur, ungkap presiden Turki dalam pesannya menyambut tahun baru pada Selasa.
"Proyek untuk mengasingkan Turki dari Mediterania telah digagalkan dengan langkah-langkah terbaru yang telah kami lakukan," kata Recep Tayyip Erdogan dalam ucapan kepada masyarakatnya dalam menyambut tahun baru.
"Dengan dukungan kepada pemerintah Tripoli yang sah, Turki akan memastikan implementasi semua unsur perjanjian dengan Libya," tambah Erdogan.
Kepresidenan Turki pada Senin telah mengajukan mosi kepada parlemen terkait pengiriman pasukan ke Libya. Parlemen akan melakukan pembahasan terkait mosi tersebut pada Kamis besok.
Pada 27 November, Ankara dan Pemerintah Libya (GNA) menandatangani dua pakta yang terpisah: satu tentang kerja sama militer dan satu lainnya tentang batasan maritim dua negara di Mediterania Timur.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
Perpecahan politik Libya memicu dua kursi kekuasaan yang saling bersaingan - satu di Tobruk dan satu lagi di Tripoli - dan sejumlah kelompok milisi bersenjata.
"Saya percaya, tahun 2020 akan menjadi tahun di mana kita akan mulai menuai benih perjuangan, pengorbanan dan upaya kita," kata Erdogan.
Erdogan menekankan bahwa proyek mobil nasional Turki adalah sebuah kesuksesan "karena masyarakat Turki merasa memilikinya".
Prototipe mobil listrik lokal pertama Turki diluncurkan minggu lalu.
Mobil listrik itu akan ada dua pilihan tenaga kuda yang berbeda - 200 hp dan 400 hp.
Ini dirancang oleh Kelompok Usaha Patungan Mobil Turki (TOGG) hanya dalam kurun waktu 18 bulan.
Presiden Turki juga mengatakan bahwa mega proyek Kanal Istanbul akan terwujud "langkah demi langkah" pada tahun mendatang.
Kanal yang dimaksud akan merenggangkan lalu lintas pengiriman barang antara Laut Hitam dan Laut Marmara, khususnya lalu lintas kapal tanker minyak yang seharusnya melintas via Bosphorus.
Ini adalah salah satu proyek megaproyek paling strategis di Turki dan rencana untuk menghilangkan risiko yang ditimbulkan oleh kapal-kapal yang membawa barang berbahaya melalui Bosphorus.
Kanal yang berjarak 45 kilometer akan dibangun di sebelah barat pusat kota di bagian Eropa Istanbul.
Proyek kanal tersebut akan meningkatkan kapasitas kapal yang melewati Istanbul menjadi 160 kapal per hari.