Muhammad Abdullah Azzam
03 Desember 2018•Update: 03 Desember 2018
Emel Öz Gözellik
TOKYO
Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengungkapkan kepada Associated Press (AP) bahwa kini saatnya Korea Utara menghentikan program senjata nuklirnya setelah upaya pelucutan yang gagal selama sekitar seperempat abad.
Ban mengatakan, meski Korea Utara memilih untuk berdialog namun krisis nuklir di sana belum berakhir.
Jika pemimpin Korea Utara Kim menginginkan pencabutan sanksi terhadap negaranya, maka ia harus memperoleh kepercayaan masyarakat internasional dengan mengambil langkah konkret dalam pelucutan senjata nuklir, ungkap eks Sekjen PBB itu.
Pada 27 April Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu di Panmunjom, desa gencatan senjata di perbatasan kedua negara itu.
Dalam pernyataan yang dirilis bersama pada akhir pertemuan kedua pemimpin Korea itu, mereka sepakat untuk memulai negosiasi dalam pelucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea dan menerapkan perjanjian gencatan senjata dan perdamaian secara permanen.
Pada bulan September lalu, kedua pemimpin itu kembali berkumpul di Pyongyang untuk menekankan persetujuan mengurangi ketegangan antar kedua negara.
Usai melakukan pertemuan di Pyongyang itu kedua pemimpin tersebut mengeluarkan pernyataan bersama bahwa Moon dan Kim berjanji untuk melanjutkan upaya perdamaian antara kedua negara.
Dalam pernyataan itu ditekankan bahwa jika Amerika Serikat mengambil langkah yang konkret, maka Korea Utara juga akan mengambil langkah lebih lanjut untuk denuklirisasi semenanjung itu.