Maria Elisa Hospita
28 Mei 2019•Update: 28 Mei 2019
Hiba Sait
KHARTOUM
Steven Koutsis, diplomat atau kuasa usaha di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Khartoum, telah bertemu dengan Yassir Arman, wakil pemimpin Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N), untuk membahas pembentukan "pemerintahan yang dipimpin sipil".
"Pengaturan untuk masa transisi harus mencakup dialog inklusif untuk perdamaian abadi. Semua faksi yang mau bergabung dalam proses harus diizinkan untuk kembali ke Sudan segera dan tanpa batasan," demikian pernyataan kedutaan.
Pertemuan Koutsis dengan Arman digelar di tengah aksi protes nasional setelah perundingan antara oposisi Sudan dan Dewan Militer Transisi (TMC) yang berkuasa berlangsung tanpa hasil.
Sebelumnya, pada Senin, TMC dan Koalisi Perubahan dan Kebebasan oposisi gagal menyepakati komposisi usulan "dewan transisi bersama" untuk menjalankan urusan negara sampai pemilihan presiden digelar.
Pada 11 April, pasukan militer Sudan menggulingkan al-Bashir yang telah berkuasa sejak 1989, menyusul aksi protes terhadap pemerintahannya yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Saat ini dewan mengawasi "masa transisi" yang akan berlangsung selama dua tahun.
Namun, para demonstran tetap menggelar aksi protes untuk menuntut penyerahan kekuasaan dari dewan ke otoritas sipil sesegera mungkin.