Astudestra Ajengrastrı
09 Maret 2018•Update: 10 Maret 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS pada Kamis berkata pertemuan antara pejabat-pejabat kenegaraan Turki dan Amerika telah dimulai di ibu kota AS dan akan membahas banyak isu, termasuk soal Suriah dan operasi militer Turki yang masih berjalan di Afrin.
"Hari ini adalah hari pertama pertemuan antara pemerintah AS dan Turki untuk membahas apa-apa saja yang disepakati ketika Menteri Luar Negeri [Rex] Tillerson bertemu dengan sejawatnya di Istanbul beberapa minggu lalu," ujar Heather Nauert kepada wartawan dalam press briefing harian Gedung Putih, mengacu pada pertemuan pertama dari tiga komisi yang dibentuk Turki dan AS untuk menyelesaikan masalah-masalah kedua negara.
Dalam kunjungan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Turki pada 15-16 Februari lalu, tiga mekanisme ditetapkan oleh Ankara dan Washington dengan tujuan memuluskan kembali hubungan bilateral dan menyelesaikan isu-isu yang mungkin terjadi yang berhubungan dengan Suriah, Fetullah Terrorist Organization (FETO) dan Irak.
"Ini adalah pertemuan pembuka, di mana kami berharap bisa mulai menyelesaikan beberapa masalah," tambah Nauert. "Seperti yang kita tahu, kami memiliki banyak masalah untuk didiskusikan. Jadi semoga kami bisa menuju ke arah itu hari ini."
Saat ditanya apakah Washington akan memberi tekanan keras kepada Ankara untuk menghentikan operasi di Afrin, Nauert berkata masalah ini merupakan salah satu yang akan diperbincangkan.
Dia juga menyatakan bahwa nyaris 20 orang pejabat AS, yang dipimpin oleh Plt. Asisten Menteri Luar Negeri Wess Mitchell, menghadiri rapat tersebut dan Deplu akan merilis pernyataan resmi tentang pertemuan itu besok.
Dari pihak Turki, Deputi Wakil Menteri Luar Negeri Sedat Onal akan membawahi komite tentang Suriah, Deputi Wakil Menteri Cihad Erginay tentang FETO, dan Fazli Corman, Dirjen untuk Asia Selatan Kementerian Luar Negeri, tentang Irak.
Menurut pejabat pemerintah Turki, agenda utama komite tentang Suriah adalah permintaan Turki untuk membersihkan organisasi People's Protection Unit (YPG) yang berafiliasi dengan PKK dari Manbij yang terletak di barat Sungai Eufrat di utara Suriah.
Komite tentang FETO akan membahas permasalahan terkait FETO dan juga tentang pembelian sistem misil S-400 dari Rusia, masalah migrasi, dan VISA.