Maria Elisa Hospita
14 Januari 2019•Update: 14 Januari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Penasihat keamanan nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump, John Bolton, meminta Pentagon menyusun rencana untuk menyerang Iran sejak musim gugur lalu.
Menurut Wall Street Journal, permintaan itu diajukan setelah tiga mortir ditembakkan ke zona diplomatik Baghdad - tempat kedutaan besar AS berada - oleh kelompok militan yang berafiliasi dengan Iran.
Mortir-mortir itu mendarat di tanah kosong, dan tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan.
Permintaan Bolton memicu kekhawatiran dalam pemerintahan karena dia intens melakukan serangkaian pertemuan untuk membahas serangan mortir.
"Itu benar-benar mengkhawatirkan. Mereka sangat bersemangat ingin menyerang Iran," kata seorang pejabat tinggi pemerintah AS kepada Wall Street Journal tentang rencana Bolton.
Departemen Pertahanan memang sedang menyusun rencana itu, tetapi tidak jelas apakah usulan itu disampaikan ke Gedung Putih, atau jika presiden mengetahui permintaan Bolton.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Garrett Marquis juga mengatakan bahwa dewan "mengoordinasikan kebijakan dan memberikan presiden pilihan untuk mengantisipasi dan merespons berbagai ancaman".
"Dengan tidak adanya korban dan kerusakan yang signifikan dari serangan mortir 6 September, maka permintaan Bolton untuk aksi militer itu sangat mengejutkan," tambah dia.
Sejak menjabat, Bolton telah bekerja sama dengan Menlu Mike Pompeo untuk menerapkan pendekatan garis keras ke Iran.