Hayati Nupus
27 September 2019•Update: 30 September 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Parlemen Jerman pada Kamis memperdebatkan mosi untuk memperluas misi militer anti-Daesh di Suriah dan Irak.
Berbicara kepada anggota parlemen di Bundestag, Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer menggarisbawahi bahwa Daesh tetap menjadi ancaman meski kelompok teroris itu kehilangan wilayah.
“Koalisi internasional harus menjaga tekanan militer pada IS [Daesh],” ujar dia, menambahkan bahwa kontribusi Jerman sangat penting untuk koalisi.
Menurut mosi dari pemerintah, jet pengintai Jerman yang berbasis di Yordania akan melanjutkan penerbangan anti-Daesh di Irak dan Suriah hingga akhir Maret 2020, tapi misi ini tak akan diperpanjang.
Misi pelatihan militer Bundeswehr di Irak akan diperpanjang hingga akhir Oktober 2020.
Mitra koalisi Kanselir Angela Merkel, Partai Sosial Demokrat (SPD), mengkritisi penempatan Angkatan Udara Jerman di wilayah tersebut, khawatir meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat menarik Jerman ke dalam konflik yang lebih luas.
SDP berjanji untuk mendukung gerakan dengan syarat itu akan menjadi perpanjangan terakhir dari misi yang berbasis di Yordania itu.
Jerman mengerahkan enam jet pengintai Tornado dan sebuah pesawat tanker di pangkalan udara Al Azraq di Yordania untuk mendukung koalisi global pimpinan-AS yang memerangi Daesh.
Di Irak, angkatan bersenjata Jerman memiliki sekitar 150 tentara untuk melatih pasukan keamanan Irak.