Sıdrah Gufran Roghay
02 Juli 2018•Update: 02 Juli 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Setidaknya 18 orang tewas dalam aksi bom mobil di Kota Jalalabad di sebelah timur Afghanistan ketika Presiden Mohammad Ashraf Ghani berkunjung ke sana, kata pejabat pemerintahan dan laporan media lokal pada Minggu.
Attaullah Khogyani, juru bicara pemerintahan daerah, menginformasikan kepada Anadolu Agency bahwa pelaku bom bunuh diri menargetkan komunitas minoritas Hindu dan Sikh yang dalam perjalanan pulang dari menghadiri pertemuan dengan Ghani. Mengonfirmasi jumlah korban tewas, Khogyani berkata setidaknya sepuluh orang anggota kelompok minoritas ini menjadi korban.
Petugas kesehatan menambahkan lebih dari 25 orang yang terluka kini dalam kondisi kritis.
Ledakan terjadi di lapangan Mukhaberat di pusat Kota Jalalabad di siang hari yang sibuk, sekitar pukul 15.00 waktu setempat (1100GMT). Kota tersebut berjarak beberapa jam dengan mobil dari Kabul.
Belum ada kelompok teror yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
Media lokal Tolo News melaporkan setidaknya satu mobil rusak berat setelah terbakar karena ledakan di lokasi kejadian.
Sebelumnya, menemui penduduk lokal, presiden berkata usaha untuk melakukan dialog perdamaian dengan Taliban akan terus berlangsung meski perpanjangan gencatan senjata yang diinisiasi oleh pemerintah berakhir sehari sebelumnya.
"Proses perdamaian sedang berjalan, ada konsensus [soal perdamaian] yang sedang terjadi di tingkat lokal, regional dan internasional... delapan persen tugas sudah selesai, sekarang waktunya untuk mengambil keputusan," kata dia.
Pemerintahan Afghanistan telah bersumpah dalam berbagai kesempatan bahwa militan Daesh, al-Qaeda dan kelompok teror internasional lainnya tidak akan diberi ampun saat usaha perdamaian dengan Taliban Afghan terus berlanjut.