Muhammad Abdullah Azzam
27 November 2018•Update: 28 November 2018
Cüneyt Karadağ
BERLIN
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengungkapkan bahwa banyak pihak yang mengatakan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.
Dalam sebuah wawancara bersama harian Jerman Süddeutsche Zeitung, Menlu Turki menuturkan beberapa pernyataan terkait masalah pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi, hubungan Turki dan Uni Eropa-Jerman serta masalah-masalah pengungsi.
Terkait komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kasus Khashoggi, Cavusoglu mengaku tak mengetahui mengapa Trump mengatakan seperti itu. “Saya pun tidak tahu apakah orang Amerika memiliki bukti lain yang tak kami ketahui,” lanjut dia.
Cavusoglu mengatakan, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam kasus tersebut. “Siapa partner lokal yang membantu, di mana tubuh Khashoggi?” ujar dia.
Otoritas Saudi, ucap Cavusoglu, meminta informasi dari kami terkait pembunuhan Khashoggi, namun di sisi lain mereka juga tidak memberikan informasi yang kami minta.
“Mereka (pihak Arab Saudi) ingin mengirim gambar fotofit partner lokal tersebut. Kenapa gambar fotofit? Padalah orang-orang Saudi sudah tahu nama-nama nya,'' tukas dia.
Menlu Cavusoglu menuturkan bahwa Bin Salman menyampaikan permintaan untuk bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada KTT G20 yang digelar di Buenos Aires, Argentina.
“Dia bertanya melalui telepon apakah ada kesempatan untuk bertemu dengan Erdogan di Buenos Aires. “
“Erdogan menjawab 'kita lihat saja'. Saat ini tak ada alasan untuk tidak bertemu dengan Putra Mahkota,” tutur Cavusoglu.
Cavusoglu mengaku dirinya telah mendengarkan rekaman suara saat pembunuhan wartawan Khashoggi.
''Pihak intelijen tak menjelaskan dari mana sumber rekaman itu. Namun saya sudah mendengarkan semuanya,” sambut Cavusoglu.
Menteri Cavusoglu menyebut, wartawan Jamal Khashoggi terbunuh dalam waktu 7 menit dan kejadian itu adalah pembunuhan yang disengaja.
Cavusoglu membantah pernyataan pihak Saudi yang mengatakan wartawan Saudi tersebut dibunuh karena tim intelejen Saudi tak bisa membujuk Khashoggi pulang ke negaranya.
“Kejadian pembunuhan Khashoggi bukan karena mereka tak bisa membujuknya pulang (ke Arab Saudi),” tutur dia.
Cavusoglu mengatakan, dirinya mendengar bagaimana ahli forensik memberikan perintah untuk membunuh. “Dia mencabik-cabik tubuhnya (Khashoggi) sambil mendengarkan musik. Mereka melakukan itu dengan rasa senang. Orang-orang itu senang mencabik-cabik. Ini menjijikkan,” ungkap dia.
Menjawab pertanyaan mengapa Khashoggi dibunuh di Turki, Cavusoglu mengatakan konsulat Arab Saudi yang didatangi Khashoggi untuk mendapatkan dokumen yang dibutuhkannya itu adalah tanah Arab Saudi, tim intelijen Saudi berpikir pihak Turki tak akan melakukan apa pun terhadap mereka.