Politik, Dunia

AS: Turki tetap mitra NATO yang sangat penting

'Tidak ada ruang bagi S-400 untuk beroperasi di dalam Turki,' kata Jenderal Jeffrey Harrigian

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 14.09.2019
AS: Turki tetap mitra NATO yang sangat penting Ilustrasi: Bendera negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di luar markas NATO di Brussels, Belgia pada 14 Maret 2019. (Dursun Aydemir - Anadolu Agency)

Ankara

Islam Dogru

NEW YORK

Komandan Pasukan Udara Amerika Serikat untuk Eropa dan Afrika mengatakan pada Jumat bahwa Turki adalah mitra NATO yang sangat penting dan aliansi tetap berkomitmen kepada Ankara sebagai sekutu.

"Dari perspektif AS, jelas, ketika berkoordinasi dengan NATO telah berbicara tentang apa yang terjadi dengan S-400 [sistem pertahanan rudal Rusia], itu merupakan tantangan, dan itu adalah masalah yang dalam jangka pendek akan terus kami jalani, yaitu mengakui bahwa tidak ada ruang bagi S-400 untuk beroperasi di Turki," kata Jenderal Jeffery L. Harrigian dalam sebuah konferensi pers.

Dia menekankan bahwa AS akan terus bekerja sama dengan Turki dalam hal perspektif militer-ke-militer dan kerja sama tersebut masih sangat kuat.

"Akan selalu ada area yang mengalami ketegangan, area yang harus kita jalani, tapi saya akan meyakinkan Anda bahwa pekerjaan yang kita capai bersama dengan mitra Turki masih sangat solid," ujar Harrigian.

"Dari tempat saya duduk, tugas saya adalah memastikan bahwa kami terus memiliki hubungan yang kuat dengan Turki seperti yang kami miliki sekarang, dan saya akan memberi tahu Anda bahwa saya memiliki beberapa perwira Turki yang menjadi staf saya di Komando Udara Sekutu dan mereka adalah perwira fenomenal yang melakukan pekerjaan fantastis," tambah dia.

Ditanya tentang pangkalan udara Incirlik di Adana, Harrigian mengatakan persahabatan dan kerja sama tim di pangkalan Turki antara kedua negara itu patut dicontoh.

Karena itu, kata Harrigian, lokasi Incirlik memberi dirinya, sebagai komandan, beberapa opsi ketika berbicara tentang akses ke Suriah, akses ke barat atau ke timur jika diperlukan.

"Jadi secara strategis itu tetap menjadi lokasi yang sangat penting dan di mana kami memiliki hubungan yang hebat yang benar-benar telah dibina selama bertahun-tahun keyakinan dan kepercayaan dalam bekerja bersama," tutur dia.

Harrigian mengatakan zona aman yang baru-baru ini disepakati oleh AS dan Turki perlu mencapai titik pemahaman bersama tentang di mana serta bagaimana mereka akan beroperasi, dan itu membutuhkan waktu.

"Untuk menyampaikan ini dalam waktu yang singkat adalah penghargaan bagi hubungan kita dengan militer Turki, juga untuk orang-orang muda di lapangan yang benar-benar melaksanakan misinya," tambah dia.

Pada 7 Agustus, pejabat militer Turki dan AS sepakat untuk membuat zona aman di Suriah utara dan mengembangkan koridor perdamaian guna memfasilitasi pergerakan pengungsi Suriah yang ingin kembali ke rumah mereka.

Keduanya juga sepakat untuk mendirikan pusat operasi bersama.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

Sementara YPG adalah cabang kelompok itu di Suriah. 

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın