Ekip
27 Januari 2018•Update: 28 Januari 2018
Ekip
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS), Jumat, menambahkan 21 orang termasuk Wakil Menteri Energi Rusia Andrey Cherezov dan sembilan perusahaan ke dalam daftar pemberian sanksi terkait pendudukan Rusia di Ukraina.
Menurut sebuah pernyataan Departemen Pengawasan Aset Luar Negri (OFAC), AS menambahkan sanksi baru kepada Rusia karena telah melakukan tindakan yang merusak stabilitas di Ukraina.
Dalam pernyataan tersebut, AS memberikan dukungan kepada kesatuan dan keutuhan Ukraina dan akan memberikan sanksi kepada 21 orang dan 9 institusi, yang menarik dua pejabat senior Rusia berada dalam daftar sanksi tersebut.
Tiga orang, termasuk Cherezov dan Evgeniy Grabchak, salah satu kepala departemen di Kementerian Energi Rusia yang dikenai sanksi karena terlibat dalam pengiriman empat turbin ke Krimea, yang dirampas Rusia dari Ukraina pada tahun 2014.
Nama-nama pejabat senior Rusia yang ditambahkan ke dalam daftar sanksi karena berperan dalam pemindahan empat turbin gas yang diproduksi perusahaan Jerman Siemens dan PJSC Power Machines Rusia ke Krimea.
Dalam pernyataannya, AS mengatakan sanksi tersebut karena adanya perdagangan turbin rahasia antara PJSC Power Machines dengan Technopromexport LLC yang akan memperkuat pendudukan Rusia di Krimea.
AS belum memberikan sanksi terhadap Siemens, karena pihak Siemens mengklaim hanya mengetahui turbin-turbin tersebut akan dikirim ke Rusia dan bukan ke Krimea.
Selain itu, AS akan memberlakukan sanksi terhadap Yevgeniy Prigozhin ke dalam daftar hitam karena di atas kepemimpinannya perusahaan Evro Polis Ltd memberikan layanan pengamanan untuk wilayah ladang minyak kepada rezim Assad.
Sebanyak 11 orang yang masuk dalam daftar sanksi merupakan pemimpin kelompok separatis "Republik Rakyat Luhansk" dan "Republik Rakyat Donetsk".
Menteri Aset Negara AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa sanksi akan berlanjut hingga Rusia sepenuhnya mematuhi Kesepakatan Minsk, dan mengakhiri pendudukan ilegal di semenanjung Krimea.
Aset di Amerika yang mereka miliki dibekukan dan mereka dilarang melakukan perdagangan dengan orang Amerika.