Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Desember 2018•Update: 21 Desember 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen pada Kamis mengumumkan bahwa pencari suaka yang memasuki Amerika Serikat (AS) secara ilegal akan dipaksa untuk menunggu di Meksiko sementara kasus mereka diproses di pengadilan imigrasi.
Kesepakatan dengan Meksiko, yang segera efektif, bisa membuat pencari suaka menunggu proses pengadilan di perbatasan selatan AS selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Presiden AS Donald Trump telah mengambil pendekatan garis keras untuk imigrasi, baik legal maupun ilegal, selama masa jabatannya.
Nielsen menyebut kebijakan baru ini sebagai suatu langkah bersejarah, mengklaim bahwa keputusan itu akan mengatasi krisis imigrasi dari Amerika Tengah di mana orang-orang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan yang merajalela.
"Kami akan mengurangi migrasi ilegal dengan menyingkirkan salah satu penyebab utama yang mendorong orang-orang melakukan perjalanan berbahaya ke AS," katanya dalam sebuah pernyataan.
Nielsen mengatakan bahwa AS berharap para pencari suaka bisa mendapatkan visa kemanusiaan untuk memungkinkan mereka tinggal di Meksiko dan bekerja selama menunggu keputusan AS.
Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri, calon pencari suaka hanya akan diizinkan masuk ke AS jika hakim menyetujui klaim mereka.