Maria Elisa Hospita
21 Maret 2019•Update: 21 Maret 2019
Idris Okuducu
BAGHDAD
Delegasi Amerika menyatakan bahwa pasukan AS yang berada di Irak harus tetap menjadi bagian dari perang koalisi internasional melawan kelompok teror Daesh.
Delegasi yang dipimpin oleh anggota kongres John Garamendi pada Rabu bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Irak, termasuk Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi, ketua parlemen Mohammad al-Halbousi, dan pemimpin Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) Nechirvan Barzani.
"Prajurit militer AS memberikan dukungan ke pasukan keamanan Irak sesuai dengan permintaan pemerintah Irak dan mereka harus tetap berada di Irak sebagai bagian dari pasukan koalisi internasional untuk sepenuhnya mengeliminasi Daesh,” kata Garamendi dalam sebuah pernyataan.
Usai pertemuannya dengan Garamendi, PM KRG Barzani, menekankan pentingnya kehadiran militer AS untuk mencegah ancaman terorisme.
Sejumlah partai di Irak menginginkan pasukan AS ditarik dari negara itu dan bahkan 55 anggota parlemen Irak mengajukan mosi ke parlemen.
AS menduduki Irak pada 2003 dengan menempatkan sebanyak 165.000 pasukan di sana hingga Desember 2011.
Setelah itu, mantan presiden AS Barack Obama menginstruksikan agar semua pasukan ditarik dari Irak.
Namun, setelah munculnya organisasi teroris Daesh pada 2014, sesuai dengan permintaan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki, Washington mengirim kembali pasukannya ke Irak sejalan.