18 Juli 2017•Update: 20 Juli 2017
By Michael Hernandez
WASHINGTON
Pemerintahan Amerika Serikat (AS) pada Senin mencabut batasan bagi penumpang pesawat asal Saudi Arabia yang melarang mereka membawa perangkat elektronik lebih besar dari telepon genggam dalam pesawat.
Saudi Arabia Airlines, dikenal sebagai Saudia, merupakan maskapai terakhir yang masih menghadapi larangan “laptop ban” yang diberlakukan AS pada Maret.
Badan Keamanan Transportasi (TSA) mengumumkan Saudia dan bandara asal maskapai tersebut Jeddah International, “telah menjalankan sejumlah peningkatan keamanan” sehingga cukup bagi pemerintah AS untuk mengangkat larangan itu.
“Wisatawan dari Jeddah sekarang boleh membawa perangkat mereka ke dalam kabin pesawat yang menuju ke AS,” tulis mereka di laman Twiter TSA.
Saudia merupakan yang maskapai terakhir dari sembilan penerbangan yang sudah dicabut larangannya, setelah departemen keamanan dalam negeri AS mengumumkan sejumlah persyaratan keamanan baru pada akhir bulan lalu yang dikatakan dapat mencegah penumpang menyelundupkan bahan-bahan peledak yang tersembunyi pada perangkat elektronik.
Setidaknya 280 bandara di 105 negara terdampak oleh peningkatan keamanan itu, beserta 180 maskapai AS dan internasional.
Pernyataan dari Saudia mengatakan mereka memperkirakan larangan itu sudah dicabut total pada Rabu esok.
Penerbangan Royal Air Maroc dan bandara Casablanca International Airport sudah dicabut larangannya sejak Kamis lalu.
Kuwait Airlines dan Royal Jordanian sudah bebas dari larangan ‘laptop ban’ sejak 9 Juli.