Maria Elisa Hospita
19 Juli 2019•Update: 19 Juli 2019
Zeynep Beyza Kilic
ANKARA
Harga minyak Brent menunjukkan tren kenaikan pada Jumat sementara ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat.
Minyak mentah berjangka internasional itu diperdagangkan pada USD62,82 per barel dengan kenaikan 0,83 persen dari hari sebelumnya.
Sementara itu, minyak berjangka Amerika, West Texas Intermediate (WTI) berada di USD55,76 per barel atau naik 0,70 persen dari hari sebelumnya.
Pada Kamis, Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa AS telah menembak drone Iran di Selat Hormuz.
"USS Boxer, sebuah kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS menembak jatuh pesawat tak berawak Iran," ujar dia.
Harga minyak pun meningkat sebagai reaksi terhadap pengumuman itu.
Brent melonjak 1,3 persen menjadi USD64,59 setelah dibuka di USD63,70 pada Kamis.
WTI naik 1,5 persen dari USD56,44 menjadi USD57,29 pada hari yang sama.
Kemudian, pada Jumat, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membantah bahwa drone Iran telah ditembak jatuh.
"Kami tidak kehilangan drone di Selat Hormuz atau di tempat lain. Saya khawatir bahwa USS Boxer tak sengaja menembak UAS [Sistem Udara Tanpa Awak] mereka sendiri!" cuit Araqchi via Twitter.
Badan Energi Internasional menurunkan prediksi permintaan minyak untuk 2019 menjadi 1,1 juta barel per hari pada Kamis, karena menurunnya permintaan global di tengah sengketa perdagangan antara AS-China.