Maria Elisa Hospita
18 Juni 2019•Update: 19 Juni 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan 1.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah untuk "tujuan pertahanan".
Menurut pejabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan, keputusan itu merupakan tanggapan atas permintaan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) dan hasil konsultasi dengan Gedung Putih.
"Saya telah memberi otorisasi kepada sekitar 1.000 pasukan tambahan untuk mengatasi ancaman udara, laut, dan darat di Timur Tengah," kata Shanahan dalam sebuah pernyataan.
Keputusan tersebut juga diambil menyusul serangan ke dua kapal tanker minyak di Teluk Oman dekat Selat Hormuz pekan lalu.
Washington menuding Iran berada di balik serangan itu, yang kemudian dibantah oleh Teheran.
"AS tak berniat menambah konflik dengan Iran," ujar Shanahan, sambil menegaskan bahwa keputusan itu semata-mata untuk melindungi pasukan Amerika di kawasan itu dan melindungi kepentingan AS.
"Kami akan terus memantau situasi di sana dan mengambil keputusan sambil mempertimbangkan laporan intelijen," kata dia lagi.
Hubungan AS dan Iran memanas sejak tahun lalu karena Presiden Donald Trump menarik diri secara sepihak dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran.
*Kasim Ileri turut berkontribusi dalam laporan ini