18 September 2017•Update: 19 September 2017
Hadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Kasus bunuh diri di Afghanistan mencapai 3.000 jiwa setiap tahunnya, dan 80 persennya adalah wanita, kata seorang pejabat, Minggu.
Dalam sebuah acara bertajuk pencegahan bunuh diri di Kabul, Komisaris Komisi Independen Hak Asasi Manusia Afghanistan (AIHRC) Qudri Yazdan mengatakan meskipun angka kasus bunuh diri terus meningkat, masih banyak kasus yang belum dilaporkan.
"Keluarga dari pelaku bunuh diri wanita banyak yang memilih untuk tidak melaporkannya karena takut mencoreng nama keluarga. Data ini dihimpun dari kasus yang dilaporkan di rumah sakit dan komisi kami yang jumlahnya mencapai 3.000 kasus setiap tahunnya," jelas Yazdan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 800 ribu jiwa meninggal karena bunuh diri dan bahkan telah melakukan usaha bunuh diri hingga sebanyak 25 kali.
Direktur Kementerian Kesehatan Masyarakat Fida Mohammad menyebutkan, hasil survei resmi yang diadakan di Kabul, Provinsi Herat, dan Provinsi Logar menunjukkan bahwa lebih dari 2.000 jiwa, yang sebagian besarnya adalah remaja perempuan, pernah mencoba membakar dirinya sendiri.
Disebutkan bahwa pernikahan di bawah umur, norma sosial yang sudah ketinggalan zaman, dan aksi kekerasan adalah faktor utama di balik lonjakan jumlah kasus bunuh diri di Afghanistan.