Nani Afrida
27 Agustus 2019•Update: 28 Agustus 2019
Burak Bir
ANKARA
Rencana untuk melindungi spesies laut baru termasuk hiu dan pari adalah langkah positif, kata seorang pejabat perlindungan satwa liar.
"Daftar sejumlah hiu baru, spesies pari dan spesies laut lainnya [yang akan dilindungi] disambut baik, meskipun mereka belum aman," kata Richard Tomas, koordinator pengawas perdagangan satwa liar TRAFFIC kepada Anadolu Agency.
Menyinggung proposal terbaru Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES), yang mencari perlindungan perdagangan untuk 18 spesies hiu dan pari, ia menyebutkan bahwa langkah pemerintah yang mendukung proposal tersebut adalah langkah yang menggembirakan
Meskipun ini merupakan langkah positif, ia memperingatkan tentang kemungkinan gagalnya proposal.
"... Setiap suara dalam proposal hanya bersifat sementara pada tahap ini - mereka harus dikonfirmasi dalam pleno - ... ada kemungkinan debat dibuka kembali di pleno. "
Menurut World Wildlife Fund (WWF), penangkapan yang berlebihan dan ilegal untuk sirip hiu menyebabkan populasi hiu makin menipis di seluruh dunia.
Proposal dengan tujuan melindungi 18 spesies laut disahkan pada Minggu pada Konferensi Para Pihak (CoP) di CITES Appendix II perlindungan perdagangan di Jenewa.
CITES adalah perjanjian internasional antara pemerintah yang bertujuan untuk melindungi spesies hewan dan tumbuhan liar yang terancam punah.