Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Desember 2019•Update: 23 Desember 2019
Shuriah Niazi
NEW DELHI
Polisi India mengkonfirmasi bahwa korban tewas dalam aksi protes di seluruh penjuru negara itu bertambah menjadi 26 orang pada Minggu, sementara demonstrasi menentang RUU kewarganegaraan yang kontroversial berlanjut.
Aksi protes berpusat di negara bagian Uttar Pradesh (UP) di mana kebanyakan minoritas Muslim menetap.
Pemerintah negara bagian mengatakan telah menangkap enam orang berpakaian Islami, menuduh mereka terlibat kasus kekerasan.
Layanan Internet telah ditangguhkan di beberapa distrik di negara bagian itu hingga Senin.
Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan yang disahkan pekan lalu memberikan kewarganegaraan kepada warga Hindu, Sikh, Jain dan Kristen dari Pakistan, Afghanistan dan Bangladesh, tetapi menghalangi naturalisasi bagi umat Islam.
Para pemimpin Muslim percaya bahwa undang-undang baru akan dikaitkan dengan praktik nasional, di mana setiap warga negara akan diminta untuk membuktikan kewarganegaraan India.
Lebih dari 100 orang juga telah ditangkap di berbagai bagian negara sehubungan dengan protes kekerasan.