JENEWA
Setelah delapan jam diskusi terus terang dengan sejawatnya dari Rusia pada Senin, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Wendy Sherman mengatakan dia memberikan peringatan atas kemungkinan invasi Rusia ke negara tetangganya Ukraina.
“Kami telah memperjelas bahwa jika Rusia menginvasi Ukraina, akan ada biaya dan konsekuensi yang signifikan jauh melampaui apa yang mereka lakukan pada 2014 [pencaplokan Krimea,” kata Sherman di PBB di Jenewa, setelah pertemuannya dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov.
Dia mengatakan ini adalah ketiga kalinya dialog tentang Stabilitas Strategis AS-Rusia diadakan sejak Presiden Joe Biden dan Presiden Vladimir Putin bertemu di Jenewa tahun lalu.
"Kami tidak akan mengizinkan siapa pun untuk meremehkan kebijakan terbuka NATO, yang selalu menjadi pusat aliansi NATO," kata Sherman.
"Kami tidak akan membuat keputusan tentang Ukraina tanpa Ukraina, tentang Eropa tanpa Eropa, dan tentang NATO tanpa NATO," imbuh dia.
Dia mengatakan pertemuan itu adalah "pertemuan luar biasa" karena konteksnya di mana Rusia telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina.
Rusia yang menginvasi Ukraina pada 2014, kata Sherman, juga menciptakan konflik di timur Ukraina, yang berbatasan dengan Rusia.
"Rusia terus mengobarkan perang di timur Ukraina, dan merenggut hampir 40.000 nyawa orang Ukraina. Dan sekarang, tindakan Rusia menyebabkan krisis baru. Tidak hanya untuk Ukraina, tetapi juga untuk seluruh Eropa," ujar wamenlu AS.
Sherman mengatakan AS datang ke pertemuan luar biasa pada Senin "bersiap untuk mendengar masalah keamanan Rusia dan berbagi masalah kami sendiri.”
Dia menambahkan bahwa AS siap untuk melanjutkan diskusi tentang masalah bilateral yang mereka temukan.
Sherman dan Ryabkov sudah bertemu pada Minggu di Jenewa untuk mempersiapkan pertemuan tersebut.
"Keduanya membahas topik bilateral yang akan dibahas selama pertemuan luar biasa Dialog Stabilitas Strategis (SSD) pada 10 Januari," kata otoritas AS dalam sebuah pernyataan.