30 Agustus 2017•Update: 31 Agustus 2017
Cansu Dikme dan Sibel Ugurlu
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pesan pada Selasa untuk menandai Hari Kemenangan atau Victory Day, peringatan 95 tahun kekalahan pasukan Yunani di tangan Turki dalam Perang Kemerdekaan.
Presiden Erdogan menggambarkan kemenangan tahun 1922 itu sebagai "deklarasi tekad untuk hidup merdeka".
"Turki mengejar tekad yang sama untuk mengalahkan ancaman, serangan, atau upaya untuk menyabotase kebebasan ekonomi dan politiknya seperti yang terjadi 95 tahun lalu," kata Erdogan. Contohnya, menurutnya, adalah langkah-langkah Turki memerangi kelompok-kelompok teroris seperti FETO, Daesh dan PKK/PYD.
Dalam pesannya, Erdogan menekan tekad bulat negara Turki yang berjasa memenangkan negara tersebut pada pertempuran Gallipoli, Perang Kemerdekaan dan percobaan kudeta pada 15 Juli 2016.
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim juga merilis pesan untuk Hari Kemenangan, menggarisbawahi kerja keras negara itu hingga mencapai kemerdekaan pada 30 Agustus 1922.
Kepala Militer Hulusi Akar mengatakan Victory Day "tetap menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi militer yang berakar dari kecintaan bagi warga Turki". Menekan pentingnya peran penemu bangsa Turki Mustafa Kemal Ataturk dan prajurit-prajuritnya dalam menjadi "arsitek kemenangan", Akar merujuk pada upaya Turki melawan terorisme.
"Angkatan Bersenjata Turki beserta polisi dan badan ketahanan lainnya bertekad dengan sukses melawan semua grup-grup teror yang mengancam persatuan nasional tanpa membahayakan warga kami, hingga tidak ada satu pun teroris di wilayah kita," kata Akar.
Victory Day menandai perang terakhir melawan pasukan Yunani di Dumlupinar pada 1922 dan didedikasikan kepada pasukan bersenjata Turki.