JAKARTA
Dua hingga tiga topan lagi akan memasuki Filipina pada November, setelah siklon tropis Goni berlalu dengan menewaskan 20 orang dan merusak lebih dari 55.000 rumah.
Presiden Rodrigo Duterte mengatakan topan terdekat itu adalah Atsani yang tengah menguat di Samudera Pasifik, berhembus hingga 80 kilometer per jam, dan diperkiarakan akan mendarat di Filipina akhir pekan ini.
“Ini tidak sekuat [Goni] tapi akan menyebabkan kerusakan jalan dan jembatan,” ujar Duterte pada Senin, kutip Channel News Asia.
Topan Goni menghantam selatan Manila pada Minggu dengan kecepatan hingga 310 kilometer per jam dan mengakibatkan lebih dari 345.000 orang mengungsi.
Selain itu, Goni juga menyebabkan lebih dari 20.000 rumah rata dengan tanah.
Goni adalah topan ke-18 di tahun ini, sekaligus terkuat sejak Haiyan, yang menewaskan lebih dari 6.300 orang pada 2013.
Ketua sekaligus senator Palang Merah Filipina Richard Gordon mengatakan bahwa topan juga menghantam kehidupan dan mata pencaharian warga, di tengah pandemi Covid-19.
Sekretaris Pertanian William Dar mengatakan angin kencang dan hujan lebat merusak lahan pertanian dan merugikan sekitar 1,7 miliar peso atau USD35 juta.
Topan Goni juga merusak jembatan, jalan dan bangunan umum.
Senin kemarin, Duterte melakukan inspeksi udara dan memerintahkan penggalian di pemukiman yang terkubur batuan vulkanik dan aliran lumpur.
Sebelum Goni, Filipina dihantam topan Molave yang menewaskan 22 orang.
Filipina adalah negara dengan lebih dari 7.600 pulau dan mengalami sekitar 20 badai tropis setiap tahun.
news_share_descriptionsubscription_contact
