Muhammed Enes Çallı
04 Maret 2022•Update: 04 Maret 2022
ANKARA
Atlet Paralimpiade Rusia dan Belarus pada Kamis dilarang bertanding di Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022 mendatang karena perang antara Rusia dan Ukraina.
Untuk "menjaga integritas Pertandingan ini dan keselamatan semua peserta, kami telah memutuskan untuk menolak keikutsertaan atlet dari RPC (Komite Paralimpik Rusia) dan NPC (Komite Paralimpik Nasional) Belarus," kata Andrew Parsons, presiden Paralimpiade Internasional Committee (IPC), seperti dikutip dalam sebuah pernyataan oleh IPC.
Meski "olahraga dan politik tidak boleh bercampur namun perang kini telah datang ke Olimpiade ini," kata Parsons setelah pertemuan khusus komite.
"Kepada para atlet difabel dari negara-negara yang terkena dampak, kami sangat menyesal bahwa kalian terpengaruh oleh keputusan yang diambil pemerintah kalian minggu lalu dalam melanggar Gencatan Senjata Olimpiade. Kalian adalah korban dari tindakan pemerintah kalian," tambah Parsons.
Dia menggarisbawahi bahwa IPC memprioritaskan "kesejahteraan para atlet."
"Sebagai akibat dari keputusan hari ini, 83 para-atlet terkena dampak langsung dari keputusan ini. Namun, jika RPC dan NPC Belarus tetap di sini di Beijing, maka negara-negara kemungkinan akan mundur. Kami kemungkinan tidak akan memiliki pertandingan yang layak. Jika ini terjadi, dampaknya akan jauh lebih luas jangkauannya."
Paralimpiade Musim Dingin akan berlangsung di Beijing, China pada 4-13 Maret.
Lebih dari 2.000 warga sipil telah tewas di Ukraina sejak Rusia melancarkan serangan pada 24 Februari, menurut pihak berwenang Ukraina.
Saat perang memasuki hari kedelapan pada Kamis, Badan Pengungsi PBB mengatakan sekitar 1 juta orang terpaksa mengungsi dari Ukraina ke negara-negara tetangga.