Errıc Permana
12 Januari 2020•Update: 13 Januari 2020
JAKARTA, Indonesia
Presiden Joko Widodo untuk sementara akan menggunakan helikopter cadangan, karena helikopter utama akan memasuki masa perawatan.
"Sebentar lagi heli kepresidenan akan masuk perawatan sehingga kami harus mencarikan heli alternatif dan saya laporkan ke Presiden," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, di bandara Halim Perdana Kusuma, Minggu.
Helikopter cadangan yang akan digunakan ialah helikopter Caracal jenis EC-725 AP/Caracal milik TNI Angkata Udara.
Helikopter utama yang digunakan Presiden Joko Widodo selama ini ialah Super Puma TNI Aelngkatan Udara.
Presiden Joko Widodo telah melihat dan memeriksa helikopter Cadangan tersebut sebelum lepas landas menuju Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu.
Helikopter Caracal merupakan helikopter angkut sedang serbaguna buatan Airbus Helicopters Prancis. Helikopter tersebut memiliki panjang 19,5 meter dan mampu memuat 2.200 kilogram beban barang atau 28 pasukan bersenjata lengkap.
Helikopter yang bisa diawaki hingga 6 orang tersebut memiliki kecepatan naik 1.670 kaki/menit dengan kecepatan maksimum 175 knots atau setara 324 km/jam dan kecepatan jelajah 152 knots atau 281,5 km/jam.
Helikopter Caracal mampu terbang dengan ketinggian 25.000 kaki dengan jarak jelajah maksimum 526 nautical mile.