Muhammad Nazarudin Latief
16 Maret 2019•Update: 17 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia memulai road test (uji jalan) gasoline setara Euro 4, untuk membuktikan bahan bakar dengan sulfur rendah akan menghasilkan emisi yang ramah lingkungan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana mengatakan uji jalan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gasoline setara Euro 4 terhadap kinerja mesin berbahan bakar bensin kendaraan bermotor.
“Pengaruhnya pada komponen mesin dan minyak pelumas juga dikaji,” ujar Dadan dalam siaran persnya.
Badan Litbang juga memanfaatkan uji jalan ini untuk mendapatkan produk baru gasoline berkarateristik dan menghasilkan emisi gas buang sesuai standar Euro 4.
Mobil yang digunakan uji jalan akan menempuh perjalanan 40.000 kilometer.
Diharapkan tim uji jalan gasoline akan bertemu dengan uji jalan B30 sehingga bisa diinformasikan pada masyarakat.
Uji jalan gasolis setara Euro 4 ini didasari oleh aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N dan Kategori O.
Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membatasi emisi kendaraan bermotor agar lebih ramah lingkungan secara bertahap, ujar Dadan.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Minyak dan Gas Setyorini Tri Hutami pengujian gasoline setara Euro 4 meliputi penyediaan tiga jenis bahan bakar gasoline Euro 4 sebagai bahan uji dan dua bahan pembanding lainnya.
Setelah uji jalan, berikutnya adalah pengujian rating komponen mesin di awal road tes (0 km) dan di akhir road test (40.000 km).
Selanjutnya menguji kinerja pada chasis dynamometer dan pemeriksaan terhadap minyak pelumas pada kondisi 0 km. 10.000 km, 20.000 km, 30.000 km dan 40.000 km.
"Hasil awal uji statis chasis dan hasil uji emisi bagus", lanjut Setyorini.
Uji jalan hingga jarak 40.000 km ini merujuk pada rata-rata jarak tempuh kendaraan pribadi selama satu tahun.
Uji jalan ini terbagi dalam beberapa rute dan tahapan. Rute pertama adalah Jakarta - Bogor - Pandeglang - Serang - Cilegon - Jakarta. Rute kedua menempuh kota Jakarta - Cikampek - Bandung - Jakarta. Rute terakhir meliputi Jakarta - Cikampek - Cirebon - Brebes - Tegal - Jakarta.
Rute uji jalan ini akan mengombinasikan beragam kondisi jalan, seperti ruas jalan tol, keramaian dan kemacetan. Pelaksanaan uji jalan akan berlangsung hingga Agustus 2019.
"Hipotesa dari dasar pengujian semua bagus dan semoga hasil uji jalan juga bagus" harap Setyorini.