14 Agustus 2017•Update: 15 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia dan Turki sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan dengan penerapan area Free Trade Agreement (FTA) atau perdagangan bebas. Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia Sander Gurbuz mengatakan bahwa perjanjian untuk FTA itu akan dilakukan Oktober mendatang.
Selain menandatangi FTA, di bulan yang sama Indonesia dan Turki juga akan mengadakan Joint Economy commission.
“Saya harap dua pertemuan tersebut dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara yang saat ini masih berada di bawah potensi yang ada,” kata Sander Gurbuz kepada Anadolu Agency di Jakarta, Senin
Berdasarkan data dari kementerian perdagangan RI tahun 2016, total volume perdagangan Indonesia-Turki berada di angka USD 1.335.224. Angka ini lebih rendah dari tahun 2015 dengan volume perdangan sebesar USD 1.408.654.
Sementara itu, perdagangan Indonesia-Turki pada tahun ini hingga bulan Mei baru tercatat sebesar USD 650.357.
Masih menurut data, volume perdagangan kedua negara ternyata sempat membukukan rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir dengan total sebesar USD 2.851.215 di tahun 2013 silam. Selama kurun waktu tersebut, Indonesia selalu mencatatkan surplus perdagangan. Surplus tertinggi Indonesia adalah tahun 2012 dengan nilai USD 1.064.822.
Sementara itu secara politik, Gurbuz melihat Turki dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat baik. Turki menganggap Indonesia sebagai negara yang sangat penting di kawasan Asia terbukti dengan adanya sekretariat ASEAN di Jakarta.
“Turki dan Indonesia bisa bekerja bersama untuk menjadi contoh sukses sebagai negara demokrasi dengan mayoritas penduduk muslim dan memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas politik dan peningkatan ekonomi,” terang Gurbuz.
Hubungan kedua negara semakin “mesra” setelah Presiden Joko “Jokowi” Widodo membalas kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Juli lalu. Kedatangan orang nomer satu Indonesia tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Presiden Indonesia dalam tujuh tahun terakhir. Dan ini menjadi modal awal penguatan hubungan kedua negara.
“Kedatangan Presiden Jokowi ke Turki merupakan batu loncatan untuk mempererat hubungan kedua negara,” kata Gurbuz lagi.