18 Maret 2018•Update: 19 Maret 2018
Rekaman yang diambil oleh sebuah pesawat tak berawak Turki menunjukkan teroris YPG / PKK menyulutkan api pada kendaraan-kendaraan di pusat kota Afrin, sebelah barat laut Suriah.
Video milik militer Turki tersebut menunjukkan teroris membakar sebuah tanker, truk dan mobil untuk mencegah warga sipil melarikan diri dari daerah tersebut.
Pusat kota Afrin kini telah dikepung oleh militer Turki bersama dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) sebagai bagian dari Operasi Ranting Zaitun.
Teroris menggunakan warga sipil sebagai tameng untuk melawan pasukan Turki.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Jumat bahwa pasukan yang didukung Turki sekarang menguasai tiga perempat Afrin dan membebaskan 1.320 kilometer persegi (52 mil persegi) dari kelompok teror.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Sejak meluncurkan operasi tersebut, militer Turki dan FSA telah membebaskan 268 lokasi, termasuk lima pusat kota, 224 desa, 44 gunung dan bukit strategis, dan satu basis YPG / PKK.
Pasukan tersebut berhasil mencapai perbatasan kota Afrin minggu lalu dan mengepungnya.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa “sangat penting” supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Dilaporkan oleh Burcu Calik:Ditulis oleh Sorwar Alam