Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Desember 2018•Update: 16 Desember 2018
Rhany Chairunissa Rufinaldo
JAKARTA
Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja nyata para Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang langsung terjun ke masyarakat di tempat mereka bertugas dengan membangun jembatan di desa, membangun rumah, hingga mengajar suku Anak Dalam di Jambi, menurut siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.
"Ini sebuah hal-hal konkret yang bisa kita lakukan di desa-desa dan kampung-kampung,” kata Presiden saat memberikan pengarahan kepada Babinsa di Balairung Pinang Masak, Universitas Jambi, Minggu, 16 Desember 2018.
Presiden, yang akrab disapa Jokowi itu, menjelaskan bahwa saat ini lanskap politik dan ekonomi global sudah berubah dengan sangat cepat sebagai imbas dari adanya keterbukaan informasi melalui internet dan media sosial.
Mengutip data dari McKinsey Global Institute, dia mengatakan perubahan-perubahan pada era revolusi industri jilid keempat ini kecepatannya tiga ribu kali lebih cepat dibandingkan revolusi industri jilid pertama.
Joko Widodo juga tidak memungkiri bahwa akan ada perubahan-perubahan yang sangat cepat dalam teknologi di berbagai bidang seperti artificial intelligence, advance robotic, 3D printing, cryptocurrency dan virtual reality.
Untuk itu, dia mengharapkan agar para Babinsa bisa merespons perubahan-perubahan ini karena dampaknya juga akan mengubah lanskap politik nasional dan daerah, termasuk lanskap politik di desa.
Selain itu, Kepala Negara juga memastikan bahwa para Babinsa telah menerima dukungan operasional yang naik pada tahun ini.
Presiden kemudian menjelaskan alasan dukungan operasional ini dinaikkan adalah karena dirinya sering mendengar aspirasi masyarakat saat dirinya berkunjung ke daerah.
Sementara itu, tunjangan kinerja TNI yang semula akan diberikan pada Juli tertunda karena prosedur yang berbelit-belit
Namun, dia memastikan tunjangan ini akan diterima seluruh prajurit TNI, termasuk para Babinsa pekan depan.
“Sebetulnya sudah kita dorong agar di bulan Juli itu bisa diberikan. Tetapi memang prosedur keuangan kita memang muter-muter, ruwet sekali," tambahnya.