27 Juli 2017•Update: 31 Juli 2017
Bahattin Gonultas and Dilara Zengin
ANKARA
Perusahaan-perusahaan Jerman di Turki seharusnya menjauh dari ketegangan politik antara kedua negara tersebut, kata Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Kamis.
Berbicara dengan sejumlah petinggi perusahaan Jerman, Yildirim mengeluarkan pernyataan itu menyusul komentar Menlu Jerman Sigmar Gabriel yang mencoba menghalangi pebisnis bekerja dengan Turki.
“Sangat penting bagi kami agar anda tidak terseret arus dan tidak terdampak olehnya,” kata Yildirim di Istana Cankaya di Ankara.
Ia menambahkan: “Tidak masuk akal bila perusahaan Jerman di Turki harus menanggung akibat kedua negara itu.”
Hubungan Turki dan Jerman memburuk minggu lalu ketika Gabriel mengatakan pemerintah Jerman tidak menyarankan warganya berinvestasi di Turki.
Komentar itu menyusul sejumlah insiden diplomatik termasuk keluhan Jerman mengenai penahanan warganya dengan tuduhan terorisme, kurangnya akses pejabat Jerman ke pangkalan udara militer Incirlik dan klaim yang mengatakan Turki memata-matai Jerman.
Ankara menuduh Jerman melindungi teroris dan mengkritik pemerintah Jerman menghalangi politisi menemui warga Turki di Jerman sebelum referendum bulan April.