Shenny Fierdha Chumaira
05 Juni 2018•Update: 05 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kementerian Kesehatan menyiapkan lebih dari 3.000 fasilitas kesehatan untuk menunjang kelancaran arus mudik dan arus balik libur hari raya Idul Fitri yang akan jatuh pada 15 dan 16 Juni mendatang.
"Fasilitas kesehatan meningkat sebanyak 84 buah menjadi 3.910 fasilitas kesehatan yang terdiri dari 923 buah pos kesehatan, 2.231 buah pusat kesehatan masyarakat, 375 buah rumah sakit, 207 buah kantor kesehatan pelabuhan, dan 174 buah public city center. Kalau mengalami keadaan darurat, pemudik bisa menghubungi nomor 119," terang Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jakarta, Selasa.
Dia menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan surat edaran yang ditujukan ke seluruh kepala daerah tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada situasi khusus libur keagamaan.
Diharapkan pula agar para kepala daerah itu berkoordinasi dengan jajarannya untuk membentuk tim penyelenggaraan mudik, pos kesehatan, dan public city center.
"Harus diperhatikan pula pemberian layanan kesehatan 24 jam di pusat kesehatan masyarakat, jalur mudik, dan lokasi wisata. Pemeriksaan faktor risiko kesehatan di tempat umum," ungkap Menteri Nila.
Selain menyasar kesehatan para pemudik, kesehatan para pengemudi bus antar provinsi pun tak luput dari perhatian pemerintah.
"Akan dilakukan cek kesehatan pengemudi di terminal-terminal, mulai dari wawancara, pemeriksaan laboratorium terkait gula darah, kadar alkohol, dan narkoba," ujar Menteri Nila.
Di samping pemeriksaan kesehatan, dia juga menganjurkan agar para pengemudi istirahat dan makan teratur serta rutin melakukan peregangan tubuh mengingat jarak jauh dan kondisi perjalanan yang harus ditempuh.
Guna memudahkan mobilisasi ambulans yang biasanya berupa kendaraan roda empat, Kementerian Kesehatan juga sudah menyiagakan sejumlah ambulans roda dua di berbagai kota di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.