17 Juli 2017•Update: 21 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah telah mengamati akun-akun terorisme dalam aplikasi chat Telegram sejak lama.
Karena itulah Pemerintah mengambil tindakan untuk menutup aplikasi chat tersebut.
"Kalau memang tidak hanya satu, dua, tiga, empat, lima, enam, ribuan yang ada di situ yang dikategorikan akan menganggu keamanan negara ini, menganggu keamanan masyarakat," ujar Presiden RI Joko Widodo Minggu.
Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyampaikan peringatan berkali-kali mengenai adanya akun terorisme dan meminta untuk melakukan penutupan.
Meski pihak Telegram sudah melakukan penutupan akun teroris, menurut Pemerintah masih ada akun yang mengganggu keamanan masyarakat.
"Ya kenyataannya masih ada ribuan yang lolos yang digunakan, baik digunakan bangun komunikasi antar negara untuk hal-hal yang berkaitan dengan terorisme." Kata presiden yang kerap disapa Jokowi ini.
Saat ditanya apakah akan menutup layanan media sosial lain selain Telegram, Presiden mengatakan Pemerintah belum punya rencana.
Pemerintah memblokir layanan chat Telegram di Indonesia Jumat malam.
Ini lantaran layanan media sosial chat tersebut sering digunakan oleh kelompok terorisme.