Muhammad Latief
05 Oktober 2017•Update: 05 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah Indonesia mengajak Norwegia mengalokasikan dana untuk program healthy ocean atau mewujudkan laut sehat, demikian diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti saat bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kerajaan Norwegia Vidar Helgesen, di Malta, Rabu.
Indonesia, menurut Susi serius menggarap beberapa program untuk mengurangi dampak climate change laut. Di antaranya, manajemen Marine Protected Areas, perlindungan coral reefs, dan konservasi kawasan mangrove di pesisir laut.
“Indonesia berkomitmen mencapai target 20 juta hectare Marine Protected Areas pada 2018,” ujar Susi dalam siaran pers yang dikirim Kamis.
Susi mengaku, untuk mewujudkan target dan program-program tersebut, pihaknya membutuhkan dukungan negara-negara yang memiliki visi perlindungan laut ini. Norwegia sudah memberi dana sebesar USD 1 miliar dalam program Reducing Emissions from Deforestation dan Forest Degradation (REDD+) untuk keperluan penyehatan laut.
Susi mengusulkan agar dana tersebut diperuntukkan bagi negara-negara yang memiliki peran strategis dalam penyehatan laut, seperti halnya Indonesia.
Perlindungan laut yang dilakukan Indonesia, menurut Susi akan memberikan dampak baik pada kesehatan laut secara global, termasuk mengurangi efek perubahan iklim. Jika terjadi kerusakan di suatu wilayah laut, maka wilayah-wilayah laut lainnya juga akan merasakan dampaknya.
Vidar Helgesen menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya Indonesia dalam rangka mewujudkan laut sehat. Vidar menyampaikan keinginan untuk memperkuat kerja sama kedua negara melalui upaya solusi praktis untuk menangani pencemaran plastik di laut.