20 Juli 2017•Update: 21 Juli 2017
Sarp Ozer
ANKARA
Kelompok ke-enam militer Turki tiba di Qatar pada Rabu untuk mulai pelatihan dengan pasukan Qatar sebagai bagian perjanjian Ankara-Doha, menurut sumber dari menteri pertahanan nasional Turki.
Sebanyak 28 prajurit artileri mendarat di Doha Rabu pagi, kata sumber itu pada Anadolu Agency.
Pelatihan gabungan pertama militer Turki dan Qatar diadakan pada 19 Juni di kamp militer Tariq bin Ziyad.
Latihan gabungan itu dilakukan hanya beberapa hari setelah parlemen Turki mengesahkan dua perjanjian kooperasi miiter yang membuka jalan militer Turki melatih pasukan gendarmerie Qatar.
Kesepakatan tersebut dimaksudkan guna meningkatkan kemampuan pertahanan angkatan bersenjata Qatar, mendukung upaya negara itu memerangi terorisme, dan berkontribusi pada keamanan regional dan global.
Pengiriman pasukan Turki terbaru ini dilakukan sementara Qatar mengalami embargo dari beberapa negara Arab lainnya.
Pada 5 Juni, lima negara Arab – Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yaman – memutus hubungan diplomatis dengan Qatar, menuduh mereka mendukung terorisme.
Langkah itu kemudian diikuti Mauritania, sementara Yordania mengurangi jumlah utusan diplomatis mereka di Doha.
Arab Saudi juga menutup perbatasan darat menuju Qatar, mengucilkan negara Teluk kecil tersebut.
Doha menyangkal keras tuduhan terorisme yang dilayangkan pada mereka, mengatakan hal itu “tidak berdasar”.
Turki merupakan sekutu lama Qatar dan telah mengirimkan bantuan kemanusian serta pasukan untuk mendukung Doha.