Diyar Güldoğan
ANKARA
Terkait operasi melawan terorisme yang dipimpin Turki saat ini di Suriah, Sekretaris Jenderal NATO mengatakan bahwa Turki memiliki kekhawatiran keamanan yang sah, Rabu.
"Turki memiliki sejumlah kekhawatiran keamanan yang sah. Tidak ada sekutu NATO lain yang menghadapi lebih banyak serangan teroris, namun kami berhadap Turki akan membalasnya dengan cara yang proporsional dan terukur," kata Jens Stoltenberg kepada wartawan di Brussels, menurut pernyataan NATO.
“Turki telah memberi tahu sekutu NATO mengenai Operasi Ranting Zaitun mereka, dan saya berharap Turki terus menginformasikan sekutu NATO mengenai operasi di utara Suriah," tambah dia mengacu pada operasi yang diluncurkan oleh Turki bersama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pada 20 Januari lalu dengan tujuan membasmi organisasi teror PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, barat laut Suriah.
Stoltenberg mengatakan, NATO berkontribusi terhadap perjuangan melawan terorisme dengan berbagai cara, namun tidak aktif beroperasi di utara Suriah.
Pernyataan Stoltenberg muncul sebelum pertemuan menteri pertahanan NATO yang akan akan diadakan selama dua hari dan dimulai pada Rabu di markas besar NATO untuk mempersiapkan sebuah pertemuan tingkat tinggi pada Juli mendatang.
Stoltenberg pada Rabu mengatakan bahwa para menteri akan membahas kelompok perencanaan nuklir, modernisasi struktur komando NATO, dan pengeluaran pertahanan dan pembagian beban antar sekutu.
“Saya berharap kami akan sepakat untuk membentuk dua komando baru, satu untuk Atlantik, dan komando dukungan untuk mobilitas militer di Eropa, serta pusat operasi cyber baru," tambahnya.
Stoltenberg mengatakan dalam pertemuan hari kedua pada Kamis mereka fokus pada penerapan sikap pencegahan dan pertahanan NATO, serta membahas peran NATO dalam membentuk stabilitas dan perang melawan terorisme.
Menurut Staf Umum Turki, Operasi Ranting Zaitun bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
news_share_descriptionsubscription_contact
