10 Juli 2017•Update: 10 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai operator media sosial di Indonesia seperti Facebook dan Twitter kurang serius dalam membersihkan konten negatif.
Konten negatif yang dimaksud Rudiantara adalah radikalisme, terorisme dan ujaran kebencian yang bisa memecah kesatuan bangsa.
“Karena, saat ini kami melihat mereka kurang serius dan kurang optimal dalam melakukan manajemen penapisan. Masih banyak akun yang kami usulkan untuk ditapis namun belum dipenuhi antara lain karena alasan aturan internal atau regulasi yang berbeda di negara OTT (Over The Top – Penyelenggara media social) berasal,” ujar Rudiantara melalui pesan Whatsapp kepada Anadolu Agency.
Menteri kembali meminta penyelenggara di media sosial untuk meningkatkan pelayanannya dengan membersihkan konten-konten negatif. Jika hal tersebut tidak ditanggapi oleh pihak penyelenggara, maka pemerintah akan bertindak tegas.
“Apabila mereka tidak mau memperbaiki service level sehingga ada instabilitas di media, maka kami deeply consider to close them down,” tegasnya
Meski mencoba untuk tegas, ternyata pemerintah Indonesia belum memiliki niat untuk menutup semua media sosial. Alasannya media sosial dianggap memiliki manfaat untuk masyarakat di Indonesia.
Sebelumnya pemerintah Indonesia sudah mengancam akan menutup jejaring sosial Facebook. Media sosial asal Amerika Serikat itu dianggap tak menghapus konten-konten radikal yang diunggah penggunanya.