Pizaro Gozali
JAKARTA
Kasus campak di wilayah Visayas Timur, Filipina terus melonjak karena wabah telah menewaskan 16 anak sementara hampir 200 kasus terbaru telah dilaporkan dalam sepekan, lansir Phillipines News Agency pada Selasa.
Kementerian Kesehatan Filipina mengatakan penyakit infeksi ini kian mengkhawatirkan karena jumlah korban yang terus meningkat menjadi 463 kasus pada Senin sejak sembilan hari lalu.
Sejak 1 Januari, wabah campak telah merenggut nyawa 16 anak di wilayah ini.
Petugas informasi Kementerian Kesehatan Eastern Visayas John Paul Roca mengatakan jumlah korban telah meningkat setiap hari karena banyak orang tua menolak melakukan vaksinasi gratis untuk anak-anak mereka tahun lalu karena kontroversi Dengvaxia.
Dari 16 kematian, empat kasus dilaporkan terjadi di Kota Tacloban, Palo, dan Leyte.
Kementerian Kesehatan Filipina mengkonfirmasi beberapa perawat di Pusat Medis Regional Visayas Timur dan Rumah Sakit Provinsi Leyte juga terinfeksi campak.
Hal ini mendorong pemerintah untuk memberikan vaksin kepada semua petugas kesehatan yang merawat pasien campak.
Kementerian Kesehatan telah mengerahkan tim kesehatan di beberapa daerah untuk membantu mengendalikan penyakit karena jumlah kasus diperkirakan akan meningkat hingga April karena partisipasi imunisasi yang rendah tahun lalu.
Di antara korban campak, lebih dari setengahnya tidak divaksinasi.
Cakupan imunisasi tahun lalu di Eastern Visayas turun menjadi 55 persen dari 85 persen karena banyak ibu kehilangan kepercayaan pada program imunisasi pemerintah di tengah kontroversi Dengvaxia.
Penyakit virus yang sangat menular ini tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian di antara anak-anak muda secara global, meskipun tersedia vaksin yang aman dan efektif, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Penyakit ini ditularkan melalui tetesan dari hidung, mulut atau tenggorokan orang yang terinfeksi.
Gejala awal, yang biasanya muncul 10 hingga 12 hari setelah infeksi, adalah demam tinggi, pilek, mata merah, dan bintik-bintik putih kecil di bagian dalam mulut.
news_share_descriptionsubscription_contact
