Erric Permana
13 Oktober 2017•Update: 14 Oktober 2017
Pemerintah Republik Niger dan Pemerintah Indonesia akan bekerja sama dalam memberantas terorisme dan radikalisme. Kerja sama ini akan dibahas dalam kunjungan Presiden Niger Mahamadou Issoufou ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo pada 16 Oktober mendatang.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan Pemerintah Indoenesia nantinya mengajukan kerja sama dengan Niger untuk membantu memberantas kelompok terorisme Boko Haram.
"Hal ini mengingat adanya tantangan bagi Niger dalam konteks terorisme di sana mereka menghadapi kelompok Boko Haram," ujar Armanatha Nasir di Gedung Kementerian Luar Negeri RI.
Armanatha menambahkan bentuk kerja sama tersebut nantinya berupa pelatihan kepada penegak hukum ataupun militer Pemerintah Niger dalam melawan kelompok yang terafiliasi dengan Daesh tersebut.
"Pertama tentunya mengenai capacity building dan bahwa Niger negara Least Developed Country atau negara kurang berkembang [LDC] menurut PBB," kata Armanatha kepada Anadolu Agency.
Selain itu Presiden RI Joko Widodo juga akan membahas isu ekonomi yakni mengenai rencana Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan Komunitas Negara Afrika Barat atau Economic Community of West African States (ECOWAS)
"Ini merupakan komunitas 15 negara yang jumlah penduduknya hampir 58 juta," tambah Armantha.
Kunjungan Presiden Niger ini merupakan kali pertama ke Indonesia. Hubungan perdagangan dengan Indonesia pun terbilang masih cukup kecil yakni mencapai 9 juta USD. Indonesia masih melakukan ekspor CPO ke negara tersebut.
Kelompok teroris Boko Haram yang terinspirasi dengan Daesh melakukan aksinya di sejumlah negara di Afrika, yakni Nigeria, Niger, Chad dan Banin.