21 September 2017•Update: 21 September 2017
Canberk Yuksel
NEW YORK
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mendesak Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) untuk membatalkan keputusannya untuk melaksanakan referendum kemerdekaan.
“Saya berharap mereka menarik kembali keputusan mereka dan tetap menjalankan tanggung jawab mereka sebagai Pemerintah Regional Kurdistan,” kata Erdogan kepada Bloomberg, di New York.
Erdogan mengatakan, Turki akan memberikan sanksi jika referendum tetap dilaksanakan.
Warga di wilayah otonomi KRG dijadwalkan untuk memberikan suara pada 25 September untuk memerdekakan diri dari Baghdad.
Presiden Turki membenarkan adanya rencana pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia untuk pertahanan negara.
“Ini adalah langkah-langkah yang kami ambil untuk melindungi diri kami sendiri,” jelas Erdogan.
Erdogan mengatakan bahwa ia akan menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin mendatang dan makan malam bersama pada Kamis di Turki.
"Kami akan membicarakan mengenai kondisi Suriah," katanya.
Mengenai kegiatan kelompok teror PYD / PKK di Suriah utara yang bekerja sama dengan Amerika Serikat melawan Daesh, Erdogan berkomentar: "Saya tidak memahami mengapa sebuah negara yang menjunjung demokrasi bekerja sama dengan kelompok teror untuk menghancurkan kelompok teror lainnya".