Adem Salvarcioglu
ANKARA
Organisasi teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan 11 orang di daerah Basilan, selatan Filipina.
Dalam pernyataan tertulis dari militer Filipina, Daesh mengaku telah melakukan serangan teroris dengan bom mobil dua hari lalu di titik militer Desa Bulanting.
Pernyataan tersebut juga menjelaskan, Daesh kerap “mengaku bertanggung jawab atas semua serangan”. Pihak militer lantas mengatakan bahwa pelaku sebenarnya akan terungkap setelah penyelidikan lebih rinci selesai dilakukan.
Dua hari lalu, sebuah mobil van dihentikan di pos penjagaan militer yang dijaga milisi di Desa Bulanting, Kota Lamitan, lantaran supirnya bersikap mencurigakan dan tidak bisa bicara dengan dialek lokal.
Mobil tersebut tiba-tiba meledak saat pasukan keamanan mendekat untuk memeriksa sopir mencurigakan itu.
Selain pelaku bom bunuh diri, lima anggota milisi pemerintah, seorang komandan detasemen militer, tiga wanita dan seorang anak juga tewas dalam insiden itu.
Lima orang penjaga hutan, termasuk seorang letnan muda, kini dalam kondisi kritis karena luka-luka.
Saat ini peneyelidikan masih berlangsung, namun pihak berwenang menduga insiden itu dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf yang memiliki jaringan dengan Daesh.
Provinsi Basilan dikenal sebagai salah satu tempat berkuasanya kelompok milisi yang sejak tahun 1991 sudah melakukan pemboman, penculikan, pembunuhan dan pemerasan dengan tujuan mendirikan negara Islam yang merdeka di Filipina.
Sejumlah pejuang asing dari Malaysia, Indonesia, Yaman, Arab Saudi dan Chechnya telah terbunuh dalam beragam bentrokan di Filipina Selatan di masa lalu.
news_share_descriptionsubscription_contact
