Iqbal Musyaffa
16 Juni 2020•Update: 17 Juni 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan stimulus fiskal yang diberikan untuk penanganan Covid-19 pada sektor kesehatan yang sebesar Rp87,55 triliun baru terealisasi pencairannya sebesar 1,54 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat ini pemerintah mulai memonitor implementasi anggaran belanja penanganan Covid-19, termasuk untuk insentif kesehatan.
“Awal Juni ini kita mulai lakukan monitoring dari pelaksanaan program penanganan Covid-19 ini,” ungkap dia dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Menurut dia, penyaluran dan pencairan dana insentif kesehatan masih terkendala, sehingga masih terjadi gap antara realisasi keuangan dan fisik, sehingga perlu percepatan proses administrasi penagihan.
“Pencairan insentif tenaga kesehatan masih terkendala administrasi dan verifikasi yang rigid,” ungkap Menteri Sri Mulyani.
Sementara itu, pencairan untuk biaya klaim perawatan pasien terkendala pada tingkat verifikasi yang belum diproses dan masih berada pada tahapan proses di rumah sakit.
Menurut dia, secara umum proses pencairan insentif fiskal untuk penanganan Covid-19 masih menghadapi tantangan pada level operasional dan proses administrasi, karena stimulus ini masih tahap awal dan akan dilakukan perbaikan untuk mempercepat pencairan dan penyalurannya.