BELGRADE, Serbia
Ibukota Bosnia, Sarajevo menggelar Forum Bisnis Sarajevo (SBF) ke-11 dengan menjadikan Turki sebagai pusat perhatian acara.
Dijuluki "Davos di Balkan", acara tersebut akan berfokus pada perluasan kerja sama ekonomi regional dan menarik investasi internasional ke Eropa Tenggara dengan partisipasi delegasi dari 33 negara.
Menteri Perdagangan Turki Mehmet Mus adalah salah satu pembicara kunci acara tersebut tahun ini.
Menteri Mus dalam sambutannya mengatakan Balkan sebagai kawasan bisa mengungguli kawasan lain jika berkolaborasi dengan perusahaan dari Turki dan negara lain.
''Terletak di sebelah Uni Eropa, negara-negara Balkan dapat menang dari wilayah lain,” ungkap dia.
“Balkan akan menjadi salah satu kawasan yang akan mendapat manfaat dari penataan ulang rantai distribusi global, karena perusahaan memindahkan produksinya ke dekat pasar terbesar,” sebut Mus.
Dari sudut pandang posisi geografis, menteri Turki menekankan pentingnya rantai distribusi untuk perusahaan global dan perdagangan global.
Dalam hal kerja sama dan perdagangan internasional, dia melihat Balkan sebagai pintu gerbang ke Eropa dan pasarnya, sementara Turki sebagai pintu gerbang ke Asia dan Timur Tengah dan pasar mereka.
Presiden Slovenia Borut Pahor dalam pidatonya mengatakan stabilitas politik di Balkan Barat masih merupakan syarat untuk kemakmuran dan kemajuan ekonomi.
"Tanpa stabilitas politik, tidak ada kemakmuran ekonomi. Tugas para pemimpin politik negara yang indah ini adalah menata negara secara konstruktif dan menciptakan peluang investasi," kata Pahor.
Dia menambahkan bahwa dia telah menyarankan kepada banyak pemimpin Eropa agar Bosnia dan Herzegovina diberikan status kandidat tanpa prasyarat tambahan.
"Sekarang ada empat belas syarat yang harus dipenuhi Bosnia. Ide saya adalah memberikan status itu kepada Bosnia tanpa prasyarat itu, dan kemudian otoritas Bosnia memenuhi syarat itu."
“Setelah invasi Rusia ke Ukraina dan perubahan suasana di UE, saya pikir kita perlu melakukannya. Mari kita ambil kesempatan nyata ini untuk membahas status Bosnia dan Herzegovina. Ini sangat penting untuk perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan," imbuh Pahor.
Lebih dari 1.000 orang diperkirakan akan menghadiri Sarajevo Business Forum, yang telah ditangguhkan selama dua tahun karena pandemi Covid-19.
Acara ini akan mempromosikan proyek-proyek investasi daerah di bidang manufaktur, pertanian, energi, pendidikan, keuangan, infrastruktur, konstruksi, sektor jasa, pariwisata, dan sektor lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Dewan Bosnia Bank International (BBI) Nedzad Gusic mengatakan tema utama SBF adalah "Nearshoring - a Perspective for the Region", yaitu menghadirkan potensi perusahaan Eropa untuk merelokasi manufaktur ke Eropa tenggara.
Dia mengatakan Bosnia dan Herzegovina dan negara-negara Eropa Tenggara lainnya berada dalam posisi di mana perusahaan asing akan memindahkan atau mendirikan pusat produksi mereka.
"Pada kesempatan ini, ekonomi negara akan membaik, lapangan kerja baru akan tercipta, dan dengan demikian migrasi penduduk muda akan dicegah," tutur Gusic.
Pada hari pertama, Sarajevo Business Bridge Awards telah dianugerahkan kepada pengusaha sukses dalam sebuah upacara.
Anadolu Agency menjadi mitra komunikasi global untuk konferensi bisnis dua hari itu.
Hampir 300 proyek dari Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, Serbia, Makedonia Utara, Montenegro, dan Albania akan dipamerkan di acara tersebut dan disponsori oleh BBI, Kementerian Ekonomi Kanton Sarajevo, Bank Pembangunan Islam, Bank Islam Dubai, dan Abu Dhabi Bank Islam antara lain.
Forum yang dibuat dengan tujuan menjadikan kawasan ini sebagai ekonomi tunggal, mengharapkan rekor jumlah peserta tahun ini.
Acara ini telah diadakan sejak 2010 dalam upaya kolaborasi antara Bosna Bank International dan Islamic Development Bank yang berpusat di Jeddah.