Muhammad Abdullah Azzam
22 Desember 2018•Update: 23 Desember 2018
Adham Kako
ANKARA
Pemimpin kelompok teroris YPG/PKK dan pejabat rezim Suriah Bashar al-Assad bertemu di distrik Kamıslı, kota Al-Hasakah di bagian timur laut negara itu, tutur Organisasi Pengawas Hak Asasi Suriah (The Syrian Human Rights Observatory's/SOHR) yang berpusat di London.
Pertemuan tersebut membahas penyerahan ladang minyak di provinsi Deir ez-Zor kepada pasukan rezim, operasi militer Turki di sebelah timur Sungai Efrat dan isu-isu penarikan tentara Amerika Serikat (AS).
Para pendukung organisasi teroris berdatangan dari berbagai daerah mengadakan aksi protes di dekat pangkalan militer AS di Raqqa.
Pendukung YPG/PKK menuntut pemerintah AS menarik keputusannya untuk meninggalkan Suriah. Mereka juga melontarkan slogan-slogan anti-Turki.
Trump bercuit di Twitter bahwa AS telah mengalahkan Daesh di Suriah, satu-satunya alasan kenapa tentara AS di sana selama masa kepresidenannya.
Pemerintah AS mengumumkan bahwa AS sedang bersiap menarik 2.000 pasukannya dari timur laut Suriah di mana mereka bertempur melawan Daesh.
Trump sebelumnya sudah menyuarakan niat meninggalkan Suriah namun menghadapi tekanan petinggi Pentagon dan beberapa pejabat tinggi yang berusaha mempertahankan kehadiran militer AS sampai pasukan Iran keluar.
Gedung Putih menekankan kemenangan militer melawan Daesh di Suriah tidak menandakan akhir dari koalisi global atau operasi militer.
"Kami telah mulai menarik pulang pasukan AS saat kami beralih ke langkah selanjutnya dalam ekspedisi ini," kata juru bicara Sarah Sanders.
"Amerika Serikat dan sekutu siap untuk kembali terlibat di semua level untuk membela kepentingan Amerika kapan pun bila diperlukan."
Namun pernyataan itu tidak menjelaskan sejauh mana penarikan pasukan AS dan juga garis waktunya.