Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Oktober 2018•Update: 27 Oktober 2018
Ali Murat Alhas
IDLIB, Suriah
Rezim Assad dan kelompok teroris sekutu terus menyerang zona de-eskalasi Idlib, menewaskan satu warga sipil dan melukai tiga lainnya pada Kamis, kata badan pertahanan sipil White Helmets.
Rezim dan kelompok teroris yang didukung Iran baru-baru ini menembakkan lebih dari 100 artileri ke wilayah Kafr Hamrah dan Rashedeen, keduanya terletak di dalam zona de-eskalasi, parameter yang ditetapkan dalam perjanjian 17 September antara Turki dan Rusia.
Front Pembebasan Nasional, sebuah gerakan oposisi yang berbasis di wilayah tersebut, telah berusaha melawan serangan pasukan rezim yang ditempatkan di pusat kota Aleppo.
Amir al-Haj, direktur White Helmets cabang Aleppo, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sedikitnya satu warga sipil telah tewas - dan tiga lagi terluka - dalam serangan rezim dan sekutu-sekutunya.
Meskipun sudah ada perjanjian mengenasi zona de-eskalasi, pasukan rezim tetap menargetkan daerah pedesaan di provinsi Latakia, Idlib selatan, Aleppo barat dan Hama utara dan barat.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu Idlib awal bulan ini.
Rezim tampaknya telah meningkatkan serangannya menjelang pertemuan empat arah soal Suriah yang akan diadakan di Istanbul Sabtu ini.
Kepala negara Jerman, Prancis dan Rusia direncanakan akan menghadiri acara tingkat tinggi ini.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.