Ahmet Sait Akcay
ANKARA
Politikus Turki dan Uni Eropa (UE) memaparkan beberapa catatan khusus setelah perundingan tingkat tinggi di Brussel, Selasa, di mana seorang menteri Turki mendeskripsikan diskusi tersebut sebagai “tulang punggung” hubungan Ankara-UE.
“Jika kami mengesampingkan perundingan aksesi, tidak akan ada cara untuk membicarakan pengembangan hubungan bidang energi, perdagangan, atau memerangi terorisme. Turki tidak hanya tentara tetangga, namun juga negara kandidat,” kata Menteri Urusan Uni Eropa Turki Omer Celik.
“Kerja sama dan dialog perlu dilakukan terus-menerus dalam langkah-langkah yang konkret dan positif di bidang hukum dan kebebasan fundamental,” jelas Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini.
Ia juga mengatakan bahwa perundingan tersebut membuka kesempatan untuk mendiskusikan isu-isu penting dalam agenda kami dengan sangat komprehensif sehingga mereka menghabiskan banyak waktu bersama.
Komisaris Pengembangan UE Johannes Hahn mengatakan “Uni Eropa punya kepentingan besar dalam kerja sama yang erat dengan Turki yang stabil, terjamin secara ekonomi, dan demokratis mengenai isu-isu yang menjadi kepentingan bersama. Dalam pertemuan ini, kami membahas bagaimana kami membangun struktur kerja sama dalam masalah keamanan ekonomi dan migrasi,”