21 September 2017•Update: 22 September 2017
Hakan Copur, Betul Yuruk
ANKARA
Presiden AS Donald Trump, yang berbicara untuk pertama kalinya di Sidang Majelis Umum PBB mengatakan, "Kami berterima kasih kepada Turki, Lebanon, dan Yordania karena telah menampung pengungsi selama ini."
"Tidak ada negara yang aman jika berhadapan dengan senjata kimia terlarang. Di Suriah, rezim diktator Bashar al-Assad harus mengakhiri serangan-serangan ini," ungkap Trump
Trump menambahkan, Iran mendukung Hizbullah dan rezim Bashar al-Assad dengan uang yang diperoleh dari minyak, "Kesepakatan nuklir dengan Iran adalah sumber kemaluan bagi AS. Untuk masalah ini, Anda belum mendengar pertanyaan terakhir kami."
Soal lain, Trump menyatakan siap melakukan segala tindakan untuk melawan Korea Utara yang mengancam seluruh umat manusia dengan program senjata nuklirnya.
Presiden AS Trump menggambarkan pemimpin Korea Utara sebagai "Pria Roket dengan misi bunuh diri" dan mengatakan jika Korea Utara melanjutkan kegiatan nuklirnya, tidak akan ada pilihan lain selain "menghancurkan seluruh Korea Utara".
Presiden AS Donald Trump juga membahas Venezuela. Jika pemerintah Venezuela melanjutkan "pemerintahan otoriter" kepada rakyat, Trump menyatakan untuk mengambil langkah lebih lanjut terhadap negara ini.
"Sebagai Presiden Amerika Serikat, saya akan selalu mengutamakan Amerika Serikat. Sebagai pemimpin, Anda juga harus selalu mengutamakan negara Anda sendiri," tambahnya.