Umar İdris
11 Juni 2019•Update: 12 Juni 2019
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Penggunaan plastik sekali pakai akan dilarang di Kanada pada 2021, demikian pernyataan pemerintah Kanada, pada Senin.
Produk plastik yang akan dilarang meliputi penyeka kapas, peralatan makan, piring, sedotan, kantong plastik dan pengaduk minuman berbahan plastik, kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, pada sebuah konferensi.
Namun, dia tidak menyebutkan produk yang lebih spesifik, tetapi mengatakan produk yang paling berbahaya akan menjadi target setelah dilakukan studi ilmiah.
Target kebijakan ini ialah nol sampah plastik di semua pantai Kanada, diperkirakan akan berlaku di awal 2021, kata Trudeau.
Kebijakan ini menyusul pemberlakuan Piagam Perjanjian Sampah Plastik di Laut (Ocean Plastics Charter) yang diumumkan Trudeau dalam konferensi negara G-7 tahun lalu.
Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Inggris Raya, dan Uni Eropa ikut dalam piagam tersebut sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik di laut.
Trudeau mengatakan langkah ini harus diambil karena plastik sangat jahat bagi kehidupan, hingga membentuk gundukan di dalam samudera. Namun saat ini sulit untuk menemukan pantai yang tidak dicemari sampah plastik, kata Trudeau.
Ikan paus yang ditemukan mati dengan sampah plastik di dalam tubuhnya, telah ditemukan di pinggir pantai.
Trudeau meminta seluruh warga Kanada untuk selalu ingat saat bepergian ke pantai, kemping, dan rekreasi kano, untuk membayangkan jika saat berlibur menemukan burung, ikan yang mati karena tercemari kantong belanja.
"Ini akan menjadi beban bagi anak-anak kita jika kita tidak berbuat sesuatu," katanya.
Studi menunjukkan sampah plastik yang didaur ulang di Kanada kurang dari 10 persen. Dan diperkirakan jika tidak ada kebijakan drastis, penduduk Kanada akan memproduksi sampah senilai CAN$11 miliar (US$8,3 miliar) pada 2030.
“Kita telah sampai pada masa-masa yang kritis, dan ini problem yang tidak bisa dihadapi dengan pembiaran," kata Trudeau.
Korporasi besar yang menjadi target kebijakan antara lain Coca Cola dan Unilever. "Mereka akan bertanggungjawab atas plastik yang mereka hasilkan," kata Trudeau.
Diperkirakan sekitar 150 juta ton sampah plastik mengalir ke laut setiap tahun.
Sebanyak satu juta burung dan lebih dari 100.000 hewan laut di dunia mati atau sakit saat terperangkap sampah plastik atau memakannya.