Muhammad Abdullah Azzam
18 November 2019•Update: 19 November 2019
Tufan Aktaşdu
MOGADISHU
Somalia mengecam keputusan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang memperpanjang masa embargo senjata ke negara tersebut.
Abdisaid Muhammad Ali, Penasihat Keamanan Nasional Somalia, mengatakan embargo tersebut telah membatasi Somalia untuk meningkatkan kemampuan militer dalam memberantas terorisme.
Ali menekankan bahwa negaranya ingin memperkuat tentaranya agar dapat berperang melawan organisasi teroris Al-Shabaab lebih baik lagi.
Dia mengatakan sanksi harus dicabut sesegera mungkin.
"Beberapa negara teman Somalia tak mendukung rakyat Somalia dan melengkapi pasukannya, tetapi mereka lebih sibuk untuk mendatangkan sanksi lebih banyak kepada negaranya itu," kata Ali.
Perwakilan Tetap PBB untuk Somalia, Abukar Dahir Osman, menentang keputusan itu, dan mengatakan bahwa masa embargo senjata telah mencapai penghujungnya dan keputusan DK PBB itu tidak sesuai dengan kenyataan positif di lapangan.
Rancangan keputusan perpanjangan embargo senjata dan perdagangan batubara terhadap Somalia atas permintaan Inggris itu disetujui pada Jumat oleh 12 anggota DK PBB.
Rusia, China, dan Guinea Khatulistiwa bersikap netral dalam pemungutan suara tersebut.
DK PBB telah memberlakukan embargo senjata terhadap Somalia sejak 1992 untuk mencegah penggunaan senjata, amunisi, dan bom di tentara jatuh ke tangan organisasi teroris Al-Shabaab.